Thursday, September 4, 2008

aKhiRNya rAmADHAn dAtanG jUga

Gak terasa dah bulan september yang artinya Ramadhan dan berjalan 5 hari...
uh...nie ramadhan terakhir q di smalven.jadi terharu nie....hikz...hikz...hikz...
N i2 jga bertanda bahwa aq dah kelaz 3.Dah waktunya aq haruz lebih bnyak berdoa, belajar n teruz belajar...
rasanya aq hruz biza ngebahain ortu q.
yah i2 stu2nya keinginan aq...
ramadhan kali ni beda bgt...banyak bgt moment2 yang gak aq lupakan,...
aq harap ramadhan kale ni biza lebih meningkatkan kualitas iman q.Amin....

Wednesday, March 5, 2008


ASSALAMU'ALAIKUM WR.WB.

Ni Neeh Yang Punya Blog,,,,

Biar kalian cmua yang pengen tau jadi Gak Penasaran Lagee,,hweheh Pede BGT neeh Q

Gimana menurut Kalian???

Kasih Comment Yaw...???

Demi Kesejahteraan Bersama bo'

Okey..!!!

Thx B4,,and sampai disini dulu

WASSALAMU'ALAIKUM W.R. W.B.

Saturday, December 1, 2007

Perjuangan(Brother)

Syukur pada yang Esa
Rahmat pemberianNya
Persaudaraan,keharmonian
Jalinkanlah kasih sayang
Ulurkanlah bantuan
Kepada yang memerlukannya

Mari kita bina
Satu umat maju jaya
Mulai diri keluarga
Sahabat masyarakat dan
Negara....

Dengan satu perjuangan
Satu arah tujuan
Dibawah rahmat yang Esa
Kita melangkah seiringan
Satu perjuangan.....

Rintangan pasti melanda
Jangan mundur walau selangkah
Teruskan perjuangan
Hingga ke akhirnya

Andai kau gugur
Andai kau syahid
Kau diridhoiNya......

Semangat

Kita bersama
bersatu dalam cita
Bergandeng tangan
melangkah songsong perubahan

jalin budaya
berfikir dan berkreasi
itulah bekal tuk meraih masa depan


satukan niat
bulatkan tekad
hadapi kehidupan masyarakat

perjuangan didepan mata
bersama kita lewatinya
dan kemenangan harus jadi milik kita

takkan henti jiwa ini
benahi diri dan
langkahkan kaki
demi cita suci

takkan henti smangat kami
benahi negri dan masyarakat
MADANI......

Tuesday, October 2, 2007

Puasa Ramadhan

Puasa Ramadhan yang sangat kutunggu-tunggu telah datang.Bulan yang suci dan penuh dengan berkah,barokah membuat umat islam berbondong-bondong untuk berbuat kebaikan dan segera memohon ampunan dari Allah.rasanya dibulan ini saya sangat senang karena sudah dipertemukan lagi dengan puasa ramadhan.tapi yang selama ini saya sesali,kenapa bulan yang indah ini kok dijadikan sebagai bulan rutinitas.alangkah ruginya karena kita hanya berpuasa tetapi tidakmendapatkan pahala dan barokahnya,tetapi hanya mendapatkan haus dan lapar saja.
saya sangat bersyukur karena ditahun ini saya sudah menemukan sesuatu yang sangat luar biasa hikmah dan anugerah Allah,karena saya sudah tidak ingin mengulangi kembali masa masa dimana penuh dengan kebutaan,kehancuran,kebobrokan yang mungkin saya alami dulu.
Ya........Allah saya bersyukur dengan segala yang Kau berikan kepadaku untuk menemukan jalan yang lurus.karena petunjukMu saya mulai menghargai hari-hariku yang telah lama ku buang sia-sia tak ada gunanya.dan mulai saat ini dimana bertepatan juga dengan bulan yang penuh rahmat saya berjanji tuk tidak melakukan kesalan yang sama seperti dulu lagi
ALLAHU AKBAR,saya bersyukur sampai detik ini masih diberi kesempatan hidup untuk mamperbaiki diri.

Friday, June 8, 2007

Penantian

Misteri hampa ini akan terungkap
Sejak dulu hingga sekarang
Sejak setiap menatap bintang
Merasa kau slalu temani q
Dalam sepi datang menyelimuti
Slalu hadir dalam angan q
Setiap waktu dalam sepi q
aq ingin mengungkap misteri dalam angan q
Tapi hanya manusia pengecut
Yang hanya bisa diam dan berdoa
Tiap waktu saat uji kesabaran
Aq slalu bertanya pada bintang
Mengapa aq slalu sepi tanpa cinta
Aq bukan orang yang kuat
Aq bukan orang yang mereka kira
Aq wanita yang lemah
Haus akan kasih sayang n cinta
Aq slalu berusaha bahagia
Tapi siapapun takkan pernah tau
Bagaimana hati q sebenarnya
Aq slalu berusaha ceria
Tapi disini..........
Didalam hati terasa pedih....

cerpen aq

AKU SAHABAT

YANG

MENCINTAIMU

Namaku Arimbi Cahya Saputri, biasa dipanggil Arimbi. Saat mendengar namaku, banyak orang yang berpikiran kalau aku itu pendiam dan kalem. Padahal tidak, justru sebaliknya. Aku memiliki sahabat cowok, namanya Vega,

Kami menjalin persahabtan sejak sama-sama duduk di bangku sekolah dasar. Teman-teman bilang, kami ini seperti perangko. Dimana ada vega, disitu pasti juga ada aku. Kami memang selalu berdua, kecuali saat mandi dan tidur loh! Saat bersama Vega memang sangat menyenangkan dan bisa membuat hatiku tenang dan tentram.

Ketika aku sedang menghadapai masa-masa sulit, dia selalu berkata, ” Tenang, aku akan selalu di sampingmu.” Dia juga sering memberikan nasehat dan saran-saran yang baik untukku. Pokoknya, Vega itu ”is the best” deh. Di mataku, dia termasuk tipe cowok yang sempurna banget. Hanya saja, sifatnya yang cenderung pendiam seringkali membuatku jengkel. Dia itu anaknya tertutup, kalau ada masalah tidak mau cerita dan agak pemalu, terutama soal cewek.

Demi persahabatan ini, kami pernah mengucapkan janji yang berbunyi : ” Kita tidak boleh saling jatuh cinta karena bisa merusak persahabatan yang indah ini”. Janji ini memang terdengar sedikit munafik. Tapi kalau saling jatuh cinta, kami tidak mungkin bisa seakrab ini. Aku dan Vega benar-benar bahagia dengan persahabatan ini. Kebetulan saat SMP, kami tetap satu sekolah. Jadi, bisa tetap bersama-sama.

Lama kelamaan aku memiliki perasaan lebih terhadap Vega, sepertinya aku jatuh cinta. Semenjak perasaan ini tumbuh, aku selalu dikejar ketakutan. Bagaimana kalau vega sampai tahu? Ya Tuhan, kenapa aku harus jatuh cinta dengan dengan sahabatku sendiri. Mengkin benar kata pepatah, ” Cinta tumbuh karena sering bertemu ”. Apalagi sekarang aku sudah remaja. Hatiku terasa mengganjal karena tidak menceritakan hal ini pada seseorang. Biasanya aku bercerita pada Vega. Tapi untuk yang satu ini, Vega tidak boleh tahu. Akhirnya aku curhat dengan teman sebangkuku, namanya Mia. Meskipun dia belum mengenalku jauh, dia baik sama aku.

” Ga, kamu kok aneh sih? Abis dimarahin guru, ya?” pertanyaanku tidak dihiraukan olehnya. Dia terus mengayun sepeda BMX-nya dan meninggalkan aku. Vega terlalu cepat sehingga aku tidak bisa mengejarnya. Aku baru sadar kalau tadi aku telah bercerita pada Mia. Segera kubelokkan setir dan kembali ke sekolah untuk mencari Mia. Untung, ia belum pulang.

”Mia! Kamu cerita ya sama Vega?” tanyaku

”Iya.” jawabnya enteng

”Kenapa?” aku mulai jengkel dengan Mia

” Kalau Vega tau dia bisa cepat-cepat nembak kamu. Kalian kan deket, siapa tau Vega juga suka ma kamu,” jawab Mia dengan jujur. Aku benar-benar menyesal telah menceritakan semuanya pada Mia. Tapi ini bukan salahnya, dia tidak tahu apa-apa karena dia anak baru. Ini semua adalah salahku. Benar kata Vega dulu, aku ini anaknya sering terjebak situasi. Kalau tidak kepepet, aku tidak akan bercerita dengan Mia. Saat itu, teman-temanku yang lain sedang sibuk dengan urusannya masing-masing. Cuma Mia yang sedang duduk santai dan ada disampingku.

”Ya sudahlah,Mia !”

”Maafkan aku, ya Ar...!”pinta Mia dengan muka memelas. Aku hanya bisa mengangguk dan kembali ke rumah dengan perasaan hancur berantakan. ” Vega pasti membenciku.”

Keesokan harinya, aku berusaha menyapa Vega agar dia tidak marah padaku dan menjelaskan apa yang telah terjadi. ” Ga...” belum selesai aku bicara, Vega sudah beranjak pergi. Ternyata benar, Vega membenciku. ” Aku tidak boleh putus asa, aku harus berusaha.” Itu pesan Vega dulu. Aku harus bisa menyelesaikan masalahku.

Saat istirahat, aku melihat vega duduk sendiri di kantin dengan bakso dan Fanta di mejanya. Itu makanan yang sering kami pesan. Tapi, Vega tidak menghiraukan itu. Ia memandangi dengan tatapan kosong. Aku memberanikan diri untuk menghampirinya.

” Ga, kamu marah ya sama aku?” tanyaku dengan nada terputus-putus. Pandangan Vega langsung beralih ke arahku. Tatapannya yang tajam membuat kakiku gemetaran. ” Marah? Ya jelas aku marah. Kamu kan tahu kalau aku gak suka sama anak yang menjilat ludahnya sendiri. Kamu ingat gak sih sama janji kita dulu?” Sebelumnya aku gak pernah melihat Vega seperti ini. Dia benar-benar marah. Nada bicaranya tinggi sehingga teman-teman yang lain melihat ke arah kami berdua.

” Aku bisa jelasin semuanya.” Air mataku jatuh sehingga aku harus mngusap pipi. ” Nggak perlu!! Persahabatn kita putus, ini semua karena kamu, Ar!” Setelah puas membentak dan memojokkan aku. Vega langsung pergi meninggalkan aku yang masih terisak. Aku benar-benar tampak bodoh di depan teman-teman. Bahkan ada sekelompok anak di belakangku yang menjadikan aku sebagai tema pembicaraan.

”Wah, ternyata Arimbi jahat juga, yah?”

”Iya, masa’ dia yang janji, dia juga yang mengingkari.”

Aku tidak tahan dengan kata-kata itu sehingga harus berlari sekencang-kencangnya menuju toilet sekolah. Tak lama, teman-teman datang menghiburku. Mereka benar-benar teman yang baik, tapi gak sebaik Vega.

Setelah peristiwa itu, Vega tidak pernah masuk sekolah selama kira-kira 2 minggu. Aku ingin mengetahui kabarnya dan datang ke rumahnya. Tapi, aku takut dia mengusirku. Ya sudahlah, aku hanya bisa menunggu. Kegundahanku terjawab saat Kak Veri, kakak kandung Vega datang ke sekolah untuk mengurus kepindahannya.

”Pindah, Vega pindah?!” tanyaku pada Kak Veri

”Iya, mendadak dia pengin pindah dan ikut tante kami. Sekarang dia sudah di Yagya,”jawab kak Veri. Tubuhku lemas seketika saat mendengar kabar itu, sampai-sampai kak Veri berpamitan tidak aku hiraukan.

” Kenapa, Ga? Apa kamu pindah untuk menghindariku?” Hatiku bertanya-tanya. Kebahagiaanku bersama Vega sudah berhenti. Saat-saat indahku dengannya kini harus kusimpan baik-baik di dalam lubuk hatiku. Vega, sahabat kecilku telah pergi.

” Aku minta maaf, Ga. Sekarang aku tidak sebahagia dulu.”

” Aku menyesal telah mengucapkan janji itu, aku memang suka menjilat lidah sendiri. Kamu memang pantas untuk membenciku.”

TAMAT